Selasa, 07 Juli 2015

Ibu Hamil Terserang Flu, Janin Berisiko Tinggi Terkena Skizofrenia?




Kondisi kesehatan ibu hamil sangat penting untuk dijaga dari awal terjadinya pembuahan hingga persalinan berlangsung. Hal ini berkaitan dengan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, perhatikan perubahaan kondisi kesehataan anda. Sakit ringan yang menyerang anda seperti flu akan membahayakan kesehatan janin anda apabila tidak dilakukan penanganan yang serius.

Flu disebabkan oleh virus sehingga apabila menyerang ibu hamil akan meningkatkan risiko rusak pada otak janin dan menaikan risiko gangguan jiwa atau yang dikenal dengan istilah Skizofrenia. Skizofrenia merupakan kelainan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan respons emosi yang melemah. Penderita mengalami halusinasi dalam pendengaran, mendengar suara suara terus- menerus atau perasaan diikuti dalam setiap gerak geriknya.

Resiko terjadinya Skizofrenia pada ibu hamil yang paling utama adalah ibu hamil yang menderita influenza selama trimester pertama kehamilan. Sedangkan penyebab lainnya dapat disebabkan karena campak, polio, rubella, varisela-zoster, toxoplasma gondii dan herpes simplex virus tipe 2 yang diderita saat ibu hamil.

Selain penyebab yang disebutkan diatas, kondisi janin yang mengalami kekurangan oksigen sebelum atau sesaat akan dilahirkan akan berisiko terkena Skizofrenia. Kekurangan oksigen akan mengurangi volume pada bagian otak besar yang berhubungan dengan daya mengingat dan juga navigasi ruangan sehingga memicu terjadinya Skizofrenia.

Kini, anda dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan selama hamil terutama influenza yang menyerang di trimester pertama.
Inilah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah flu saat anda hamil :

1. Menjaga kebersihan

Biasakan untuk mencuci tangan sebelum makan atau bersentuhan dengan hidung/mulut. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyebaran virus yang menyebabkan flu. Dengan pola hidup yang sehat dan bersih maka akan membantu anda dalam menjaga perkembangan janin yang maksimal.

2. Mendapatkan vaksin flu

Flu yang menyerang di trimester awal yang akan meningkatkan risiko terjadinya Skizofrenia. Dalam melakukan pencegahan pastikan anda mendapatkan vaksin flu. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter agar tidak membahayakan kesehatan kehamilan anda. Dengan mendapatkan vaksin flu menunjang perkembangan janin yang optimal.

3. Hindari kontak dengan orang yang terkena flu

Flu disebabkan karena virus sehingga penyebarannya sangat mudah melalui udara, kontak langsung dengan penderita flu bahkan dari sapu tangan yang digunakan penderita. Oleh karena itu hindari berdekatan dengan orang yang menderita flu. Anda dapat menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut ketika berada di luar rumah.

4. Perhatikan asupan makanan

Bahan makanan tertentu mampu menjaga imunitas anda sehingga terhindar dari flu. Anda dapat mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung vitamin C atau zat yang sesquiterpenes yang terdapat pada jahe.

Dengan demikian sekalipun flu terlihat sepele akan tetapi penelitian yang dilakukan di New York State Psychiatric Institute akan berdampak pada perkembangan janin apabila flu di trimester pertama tidak diberikan penangan khusus. Pastikan anda bebas flu selama kehamilan sehingga tumbuh kembang janin akan berlangsung secara optimal.

Artikel ini disadur dari Bidanku.com

Tanda-Tanda Awal Kehamilan


Tanda-tanda kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga (family hoping). Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami istri memiliki tingkat kesuburan yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti. Dengan datangnya tanda-tanda kehamilan, hadirnya seorang buah hati dalam keluarga mereka tinggalah menunggu waktu. Keluarga terasa semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang dinanti.

Namun ada kalanya, pasangan suami istri belum mengetahui secara betul mengenai tanda-tanda kehamilan ini. Mereka kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) sebenarnya dengan tanda akan datang menstruasi, karena banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan biasanya mirip dengan tanda-tanda akan datang menstruasi. Ketidaktahuan mengenai hal ini juga menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran (miscarriage).

Hal ini disebabkan masih dilakukannya suatu aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan selama kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah mengalami kehamilan. Dengan ketidaktahuan akan tanda-tanda kehamilan juga mengakibatkan persiapan yang matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan. Sebaliknya, banyak kasus para keluarga stress karena tanda-tanda yang sudah dianggapnya sebagai sebuah tanda kehamilan, ternyata sesudah dilakukan beberapa kali test ternyata hasilnya negatif. Bayangan dan dambaan kehamilan yang mereka tunggu akhirnya menjadi sirna.

Banyak para perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Memang betul, salah satu tanda-tanda kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat menstruasi ini juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak hal yang mempengaruhinya, pola makan, stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal dsb. Untuk lebih memastikan lagi selain terlambatnya menstruasi, cermati pula tanda-tanda kehamilan yang lain, yaitu:
  1. Perubahan payudara. Jika terjadi kehamilan, maka payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Selain itu kondisi payudara juga akan terasa makin lembut, hal ini menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi, hingga payudara akan terasa sakit atau nyeri saat dipegang. Puting susu membesar pula dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga terasa gatal. Pembuluh vena pada payudara juga akan terlihat akibat penegangan payudara. Selain itu terjadi  aktivitas hormon HPL (Human Placental Lactogen). Hormon tersebut diproduksi oleh tubuh saat ibu mengalami kehamilan untuk mempersiapkan ASI bagi bayi anda ketika terlahir ke dunia. 
  2. Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut. Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Munculnya bercak darah pada saat kehamilan kadang disalah artikan sebagai menstruasi. Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur. Dan kondisi kram perut ini,  akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada ditengah dan disangga oleh panggul.
  3. Mual dan muntah (Morning sicknes). Sekitar 50% perempuan yang mengalami kehamilan akan memiliki tanda-tanda ini. Pemicunya adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut adalah HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah, peningkatan hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing. Makanya, alat test pack kehamilan dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual. Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan mengenai hal ini ke dokter anda, karena akan mengganggu kehamilan anda. Mual dan muntah ini biasa morning sickness karena biasanya terjadi pada saat di pagi hari. Namun kenyataannya, mual dan muntah dapat terjadi pada siang dan malam hari juga. Bahkan morning sickness terjadi hanya ketika si ibu mencium aroma atau wewangian tertentu.
  4. Sering kencing/buang air kecil (Frequent Urination). Setelah haid terlambat satu hingga dua minggu, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering dari kebiasaannya. Ini disebabkan janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah. Selain itu kandung kemih lebih cepat dipenuhi oleh urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh.
  5. Pusing dan sakit kepala (Headaches). Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik; rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah, rendah. Sedangkan penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi. Selain itu peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.
  6. Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue). Rasa lelah dan mengantuk pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh ibu.
  7. Sembelit. Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.
  8. Sering meludah (hipersalivasi). Tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua
  9. Naiknya temperatur basal tubuh. Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

Tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) di atas sifatnya pribadi, tidak semua perempuan pada awal kehamilan mutlak memiliki tanda-tanda di atas, artinya berlakunya tanda kehamilan di atas ada yang memang semua mengalaminya, bervariasi, tapi ada pula yang tidak memiliki keluhan apapun. Untuk lebih memastikan, tentulah harus dilakukan test kehamilan (pregnancy test ), baik yang dilakukan di rumah dengan menggunakan test pack atau dilakukan di laboratorium yang melakukan tes terhadap darah anda.


Artikel ini disadur dari http://bidanku.com/



Kamis, 02 Juli 2015

Lebih Dekat Mengenal Penyakit Gondongan

Dr. Widodo  Judarwanto, Sp.A



Cuaca yang tengah tak bersahabat, panas terik dengan kelembaban tinggi merupakan sarana yang cocok bagi virus untuk berkembang biak. Salah satu virus yang perlu diwaspai adalah gondongan.

Di Indonesia, risiko anak terkena penyakit gondongan relatif tinggi. Hal ini disebabkan vaksin MMR (Mumps, Morbili, Rubela) yang menjadi pencegah virus gondongan belum masuk ke dalam imunisasi wajib.

Penyebab gondongan
Gondongan dalam dunia kedokteran dikenal sebagai parotitis atau mumps. Gondongan tergolong dalam penyakit menular yang disebakan oleh Paramyxovirus. Virus jenis ini menyerang kelenjar ludah (kelenjar Parotis)  di antara telinga dan rahang, sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Usia anak yang rentan gondongan
Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak berusia 2-14 tahun dan orang dewasa. Penyakit gondongan jarang ditemukan pada anak di bawah usia 2 tahun karena antibodinya masih baik.

Penularan virus gondongan
Seorang yang pernah mengalami gondongan memiliki kekebalan seumur hidup. Penyebaran virus gondongan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan bodily fluid penderita seperti, percikan ludah, muntahan atau bahkan melalui urin.

Gejala gondongan
Biasanya dalam 1-2 hari, penderita gondongan mengalami gejala demam  engan suhu 38,5° - 40° C, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan ada kalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut). Gejala-gejala di atas juga disertai nyeri telinga pada 24 jam pertama.

Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi dan kemudian menjalar ke sisi lainnya. Pembengkakan terjadi selama 3-5 hari kemudian mengempis dan demam kemudian berangsur membaik.



 Proses penyembuhan
Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam self limiting disease atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Hal yang sangat dianjurkan adalah mengurangi asupan makanan dan minuman yang bersifat asam. Agar nyeri tidak bertambah parah, usahakan memberi makan si kecil dengan makanan yang bersifat lunak dan cair.


Artikel ini disadur dari majalah Anakku

“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Evi Junita, M.Psi.




Sama halnya seperti orang dewasa, anak juga harus memiliki gaya hidup sehat yang mencakup pola makan sehat, istirahat efektif dan olahraga teratur. Gaya hidup sehat pada anak awalnya dikembangkan sebagai bentuk kesadaran akan bahaya obesitas yang mengancam pada anak-anak usia dini. Namun dalam perkembangannya, gaya hidup sehat bermanfaat pula khususnya untuk anak-anak yang mengalami underweight (berat badan di bawah minimal) karena kerap menimbukan beragam efek yang tak diinginkan.

Efek berat badan bagi kesehatan fisik
Beberapa ahli mengaitkan berat badan di bawah batas minimal rentan dengan berbagai keluhan fisik seperti flek paru, pencernaan yang sensitif, alergi pencernaan atau kekurangan enzim. Sebaliknya, berat badan berlebih juga rentan dengan berbagai keluhan fisik seperti obesitas, dispraksia atau sesak nafas.

Hubungan berat badan dan percaya diri
Rasa percaya diri dibentuk oleh persepsi sendiri maupun orang lain terhadap diri seorang individu. Karakteristik fisik merupakan hal yang cepat terindentifikasi. Julukan si gendut ataupun si cungkring merupakan salah satu contoh panggilan yang menandai karakteristik fisik seseorang. Beberapa anak dapat menyikapinya dengan positif dan tetap percaya diri, namun sebagian lagi tidak merasa nyaman dengan julukan tersebut.

Efek berat badan pada kemampuan sosialisasi
Menarik diri karena berat badan bukan hal yang baru di kalangan anak-anak, terutama yang sudah berusia remaja. Body image anak usia sekolah memang menyerupai body image remaja. Kesadaran mereka akan kecantikan yang ideal dan normatif sangat tinggi, sehingga kasus menarik diri dari pergaulan dan isolasi pertemanan akibat berat badan tidak ideal pun meningkat di kalangan usia sekolah.

Hubungan berat badan dan konsentrasi belajar
Konsentrasi berhubungan dengan barat badan karena adanya variabel perantara yaitu kerja neurotransmitter di otak. Kelebihan lemak akan memperlambat kerja neurotransmitter sedangkan kekurangan kalori akan mengacaukan gerakan neurotransmitter. Kedua kondisi tersebut tampil dalam bentuk sulit berkonsentrasi saat beraktivitas sehari-hari.

Kekhawatiran orang tua adalah saat menyadari buah hatinya mengalami kondisi underweight atau overweight adalah hal yang wajar. Di sini kami bagikan tip bagi orangtua agar dapat mengarahkan anak memiliki gaya hidup sehat, diantaranya dengan:
·        Fokus pada gaya hidup anak daripada memperhatikan berat badannya.
·        Temukan cara untuk meningkatkan penerimaan diri dan rasa percaya diri anak.
·        Tetapkan target realistis terkait tujuan gaya hidup sehat si anak, contohnya memperhatikan sayur-mayur, air putih yang dikonsumsi serta olahraga rutin.
·        Ajaklah anak untuk latihan fisik dan beri dukungan agar si anak senang.
·        Hindarkan anak akan obsesi berat badan karena hal tersebut bukan tak mungkin membuat anak berolah raga secara belebihan dan melakukan hal yang di luar kewajaran.
·        Cintai anak apa adanya, namun ajari juga mereka untuk memahami bahwa hidup sehat itu penting.


Artikel ini disadur dari majalah Anakku


“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”

Rabu, 01 Juli 2015

Tips Memilih Makanan Untuk Balita Saat Menderita Diare





Kondisi kesehatan bayi anda memang sangat diperhitungkan, perubahan kondisi dari keadaan biasanya sering kali membuat anda cemas. Begitu juga ketika bayi anda mengalami gangguan pencernaan yang berhubungan dengan buang air besar yang lebih sering atau dikenal dengan diare. Diare pada dasarnya bukan penyakit, melainkan salah satunya dikarenakan keracunan makanan. Bahkan beberapa bayi dapat mengalaminya secara berulang atau diare kronis yang akan mengakibatkan gangguan penyerapan nutrisi.

Umumnya, anak yang mengalami diare sering kali disertai dengan muntah. Meskipun ini umum terjadi akan tetapi apabila dibiarkan akan menggangu kesehatan yang lebih kronis. Penting untuk membedakan antara muntah dan gumoh. Gumoh sering kali terjadi pada masa bayi yang disebabkan isi perut terlalu banyak menampung makanan sedangkan muntah adalah kelainan struktural yang ditandai dengan adanya dorongan kuat dari isi lambung. Bagi balita yang sedang menderita diare anda dapat memberikan pertolongan pertama berupa larutan oralit untuk mencegah dehidrasi pada balita, selain itu dikarenakan diare lebih banyak disebabkan keracunan makanan. Anda harus lebih selektif dalam memilih makanan yang tepat untuk balita yang menderita diare.

Berikut adalah tips untuk memilih makanan bagi balita yang menderita diare :

Pilihlah makanan yang mudah dicerna, ditelan dan juga diserap oleh sistem pencernaan balita. Anda dapat memilih bubur atau tim

Pilih juga makanan yang mengandung pectin, kandungan tersebut akan membantu dalam penyerapan air. Misalnya makanan yang mengandung pectin adalah apel, pisang, kentang, apricot dan wortel. Anda dapat mengolahnya menjadi sayuran dengan tambahan bahan lainnya.

Berikan jus dari buah buahan yang bersifat netral, tidak terlalu asam salah satunya adalah melon untuk menghindari cairan yang hilang.
Jangan menambahkan bumbu merica, asam atau rempah rempah yang berbau menyengat karena akan memperparah kondisi kesehatan balita anda.

Hindari memberikan makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah-buahan serat tinggi, mangga dan kubis yang akan merangsang gas di dalam perut balita.

Jangan memberikan makanan yang berlemak seperti santan, coklat dan es cream karena akan mengganggu pencernaannya semakin buruk.
Anda dapat membuat catatan dengan memonitor makanan yang dikonsumsi oleh anak anda, sehingga mengetahui makanan dan minuman yang tidak cocok untuknya. Apabila makanan dan minuman yang tidak cocok yang menyebabkan mual dan muntah dapat segera dihentikan pemberiannya.

Hal yang harus diperhatikan pada anak yang menderita diare adalah kekurangan cairan, sehingga untuk mengurangi resiko ini sebaiknya anak anda dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Tidak saja makanan disaat anak anda menderita diare yang harus anda perhatikan melainkan pola makan selanjutnya penting untuk dipertimbangkan. Pastikan kecukupan nutrisinya terpenuhi setiap hari. Berikut adalah kebutuhan gizi pada anak yang berusia satu hingga tiga tahun, yaitu kandungan energi sebanyak 1000 kkal, ditambah dengan protein 25 gram, kebutuhan kalsium 500 gram dan zat besi 8 mg. Karbohidrat sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi yang dapat dihasilkan dari nasi, kentang, pasta atau roti. Penuhi kebutuhan protein nabati dan hewani untuk pertumbuhan dan daya tahan tubuh. Lengkapi dengan vitamin dan mineral dari buah dan sayur sebagai zat pengatur dan pelindung, untuk penyerapan lemak anda dapat mengkonsumsi vitamin E,A,D dan K.


Artikel ini disadur dari http://bidanku.com/

Diet Sehat Pencegah Kegemukan

Dr. Endang D. Tatar, Sp. A(K)





Bicara obesitas, ternyata hal ini bukan hanya milik orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalaminya. Bagaimana langkah jitu mengatur diet anak agar tak mengusik tumbuh kembangnya?

Kurangnya aktivitas
Obesitas pada anak terjadi karena banyak hal, salah satunya karena berkurangnya aktivitas anak karena kurang bereksplorasi atau bermain secara bebas. Kekurang-aktifan pada anak bisa dipicu oleh beragam hal, misalnya perkembangan teknologi yang memungkinkan mereka untuk lebih senang menghabiskan waktu di depan TV atau bermain game di gadget.

Mengapa obesitas atau kegemukan perlu diperangi? Kegemukan pada anak bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mental di kemudian hari. Sering kali kegemukan membuat anak menjadi depresi. Belum lagi risiko berbagai penyakit yang sudah menghadang seperti penyakit kardiovaskular, gangguan tidur, kelainan tulang, diabetes dan gangguan pencernaan.

Kembali ke pola makan sehat
Untuk menghindarkan anak dari obesitas, berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua sejak ia masih bayi:
·        Berikan ASI selama mungkin. Pemberian ASI secara langsung mendidik si kecil mengontrol jumlah susu yang dikonsumsinya dan kasus kegemukan jarang terjadi pada bayi yang diberi ASI.
·        Latihlah si kecil untuk minum ASI hanya selagi lapar. Memberi susu terlalu sering mengajarkan bayi bahwa ia dapat menjadikan makan sebagai solusi saat mereka stres ataupun marah.
·        Bila bayi tidak mendapat ASI, jangan berikan botol susu sebagai teman di siang dan malam hari.
·        Jadwalkan pemberian susu botol sekitar dua jam sekali saat baru lahir dan setiap tiga jam sekali setelah bayi berusia di atas 2 bulan.
·        Hindari memberi makanan atau susu setiap si kecil menangis, karena dengan pelukan ia merasa tenang dan bila ia haus berikanlah secukupnya.
·        Ajarkan si kecil minum susu dari gelas setelah usianya 1 tahun.
·        Bayi yang sering menggigit atau menghisap jempol tak selalu ingin makan atau minum susu, jadi Anda tak perlu khawatir.
·        Jangan memaksa memberi makanan bila anak sudah menunjukkan tanda-tanda kenyang.
·        Berikan pujian pada si kecil dalam bentuk fisik seperti pelukan dan pujian lisan dibanding memberi makanan.  




Artikel ini disadur dari majalah Anakku


“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi” di www.mommychi.co.id


Selasa, 30 Juni 2015

Ingin Cepat Hamil? Ini Solusinya!



Pada prinsipnya, status kondisi tubuh calon ibu dan ayah jelas mempengaruhi proses memperoleh keturunan. Jadi, dari sekian banyak persiapan kehamilan yang dapat dilakukan, mempersiapkan kesehatan tubuh calon ayah dan calon ibu sangat penting untuk diprioritaskan.

Untuk itu mempersiapkan kesehatan tubuh sebelum memasuki kehamilan adalah yang terbaik. Berikut ini adalah 6 cara mempercepat kehamilan bagi Anda yang merencanakan kehamilan:

1. Lakukan medical check up sebelum merencanakan kehamilan
Sebelum Anda merencanakan kehamilan, dianjurkan agar Anda terlebih dahulu berkonsultasi dan melakukan medical check-up. Tanyakan kepada dokter vitamin apa saja yang sebaiknya dikonsumsi, misalnya: asam folat yang berguna untuk mencegah kelainan bawaan seperti spina bifida (kelainan saraf tulang belakang). (Baca: 5 Medical Check-up Wajib untuk Wanita)

2. Pahami Siklus Menstruasi Anda
Siklus menstruasiDengan mengetahui siklus menstruasi, maka Anda juga akan dapat mengetahui periode ovulasi Anda. Pada periode ovulasi inilah, dianjurkan agar Anda dapat memfokuskan untuk hubungan seksual.

Cara menghitung masa subur adalah, jika siklus menstruasi Anda normal yakni 21-35 hari, maka cara perhitungan masa suburnya adalah 14 hari sebelum haid Anda berikutnya (plus minus 2 hari). Selain itu, wanita yang sedang mengalami ovulasi seringkali mengalami gejala-gejala berikut: perubahan pada lendir serviks (menjadi lebih licin dan basah) atau seringkali mengalami nyeri pada perut.

3. Abaikan Mitos Tentang Posisi Seks yang Baik Agar Cepat Hamil
Tidak ada suatu penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa posisi seks tertentu (misal: posisi misionaris atau woman on top) dapat memaksimalkan potensi Anda untuk cepat hamil. Sedangkan posisi tertentu yang melawan gravitasi seperti posisi duduk atau berdiri akan menyulitkan sperma untuk masuk ke dalam serviks.

Namun yang jelas, semakin sering frekuensi hubungan seksual tanpa kontrasepsi, jelas semakin meningkatkan potensi terjadinya kehamilan. Namun demikian, bukan berarti Anda dan pasangan harus meningkatkan frekuensi hubungan seksual, karena terlalu sering berhubungan seksual juga memiliki dampak pada kesehatan tersendiri.

Kesulitan untuk hamil bukan semata-mata masalah wanita. Untuk terjadinya kehamilan diperlukan kesuburan yang baik pada wanita maupun pria. Untuk itu, kesuburan pria juga merupakan hal yang penting. Kesuburan pria sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti salah satunya berat badan.

4. Berbaringlah Setelah Selesai Melakukan Hubungan Seksual
Setelah melakukan hubungan seksual, Anda dianjurkan agar berbaring di tempat tidur selama 10-15 menit dan tidak perlu dengan mengangkat kaki lebih tinggi. Hal ini bertujuan agar sperma dapat dengan mudah masuk dan tetap berada di dalam serviks.

Namun demikian lagi-lagi, kesulitan untuk hamil bukan semata-mata masalah wanita. Untuk terjadinya kehamilan diperlukankesuburan yang baik antara wanita maupun pria. Untuk itu, kesuburan pria juga merupakan hal yang penting. Status kesehatan sperma juga mengambil peran penting disini. Seperti diantaranya gaya hidup, pola makan dan usia.

5. Anda Tidak Perlu Melakukan Hubungan Seksual Setiap Hari
Para ahli menganjurkan agar sebaiknya Anda berhubungan seks dengan rutin, baik saat masa ovulasi maupun tidak. Sperma sendiri dapat hidup selama 72 jam setelah berhubungan seksual.

Lebih lanjut frekuensi hubungan seksual yang tinggi juga memiliki dampak baik pada wanita dan pria. Pada dampak yang bersifat kronik, pada pria akan meningkatkan risiko kanker prostat yang disebabkan meningkatnya proses ejakulasi dalam rentang waktu yang pendek, sementara pada wanita dampaknya bisa meningkatkan risiko kanker serviks.

Pada dampak yang bersifat akut, peningkatan frekuensi hubungan seksual yang tidak wajar bisa menimbulkan lesi pada alat genital, baik pada pria ,maupun pria.

Para pria dianjurkan agar menghindari mengenakan pakaian dalam atau celana yang ketat karena dapat memperburuk kualitas sperma. Sama halnya dengan berendam di air panas, sauna ataupun sering duduk di atas mesin motor.

6. Hindari Stres & Hidup Sehat

Dengan menjalani pola hidup sehat dan menghindari stres, maka kesempatan Anda untuk hamil juga semakin besar. Untuk itu, dianjurkan agar Anda berolahraga rutin setidaknya 30 menit sehari dan menghindari rokok dan alkohol.