Selasa, 16 Juni 2015

Kehamilan Anggur





Kehamilan anggur adalah kehamilan dengan plasenta yang tidak normal karena masalah yang muncul pada saat sel telur dan sperma bergabung. Masalah ini disebabkan oleh keridaksempurnaan genetik pada saat pembuahan, sehingga ada pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rahim. Kehamilan anggur jarang menghasilkan embrio yang berkembang. Yang lebih cepat tumbuh justru bahan-bahan pendukung janin ketimbang janin itu sendiri. 



Bahan bahan ini adalah sel-sel yang berbentuk seperti kumpulan anggur sehingga kehamilan ini popular disebut sebagai hamil anggur. Kehamilan anggur bisa terjadi terjadi tanpa janin sama sekali. Hal ini terjadi ketika sperma membuahi telur yang kosong sehingga tidak ada embrio tetapi hanya ada plasenta di dalam rahim. Plasenta tumbuh dan memproduksi hormon kehamilan sehingga muncul tanda positif pada test pack anda.


Gejalanya adalah pembesaran rahim lebih cepat dari yang semestinya, peningkatan tekanan darah, mual, muntah, vlek, dan perdarahan, serta dapat memilki gejala sakit tiroid. Periksakan leher rahim untuk mengetahui tanda-tanda yang lain seperti rahim membesar atau mengecil, ovarium yang membesar, serta mendeteksi kadar hormon hCG yang abnormal. Kehamilan anggur dapat terlihat melalui USG.


Tindakan untuk mengatasinya adalah kuretase. Kuretase adalah Serangkaian proses pelepasan jaringan yang melekat pada dinding kavum uteri dengan melakukan invasi dan memanipulasi instrumen (sendok kuret) ke dalam kavum uteri. Jadi kuret ini memasukkan alat instrument ke dalam kandungan anda dengan tujuan untuk membersihkan jaringan sisa janin yang mati di dinding rahim. Kuretase selain untuk terapi, kuretase juga dapat dilakukan untuk mengdiagnosis suatu penyakit. Kuretase diagnostik adalah Tindakan kuretase dengan tujuan mengambil jaringan endometrium. Anda yang pernah mengalami kehamilan anggur perlu menunggu satu tahun sebelum mulai hamil kembali. Bila anda pernah hamil anggur, sebaiknya tidak menggunakan IUD sebagai alat kontrasepsi.

Body Painting Unik Ala Ibu Hamil

Body painting khusus wanita hamil, mulai menjadi bagian dari gaya dan penampilan. Mereka memeriahkan kehamilan dengan cara melukis bagian perut dengan motif-motif lucu dan warna menarik.

Tahun lalu, penyanyi pop Mariah Carey pun melakukan hal yang sama. Ia menorehkan gambar kupu-kupu pada perutnya saat hamil. Mungkin Anda membayangkannya seperti bola dunia berbentuk bulat dengan warna-warna yang meriah. Atau sebuah bola permainan anak-anak dengan motif-motif menyenangkan. 

Vonetta Berry, seorang pelukis di Huston pun mengatakan bahwa ia benar-benar menemukan kanvas lukisan yang sempurna pada perut wanita hamil. Seperti dikutipHuffington Post, ia mengaku pertama kali melukiskannya pada perutnya sendiri. "Ide pertama, karena bentuknya bulat, saya harus membuat sesuatu yang berputar. Saya ingin bermain dengan permukaan yang tidak datar seperti kanvas biasanya."

Untuk membuat sebuah lukisan perut, ia membutuhkan waktu tiga sampai lima jam, tergantung dari tingkat kesulitannya. Jasa melukisnya ini dipatok dengan harga $ 700 atau sekitar Rp6 juta.

Berry mengatakan jika para wanita hamil ini sangat menyukai motif bunga. Sempat juga ada yang memintanya melukiskan oven, lengkap dengan roti di dalamnya. Ia menjelaskan, jika dirinya menggunakan cat lukis khusus yang tidak berbahaya untuk kulit dan juga janin. 

Selain itu, ada juga ide-ide kreatif lainnya dalam body panting ini seperti, motif hewan laut yang digambar di perut cembung Ibu hamil, gambar seorang bayi yang memegang pemukul baseball, motif bola basket, dan masih banyak lagi.
Tertarik Mencobanya?





Tips Menyapih Si Kecil



Oleh: dr. Ika Fitriana






Tidak semua anak mengalami proses menyapih yang mudah. Ada kalanya ibu perlu melakukan ‘perjuangan’ karena anak memberikan penolakan kuat. Ketika menyapih si kecil, pemberian nutrisi juga perlu diperhatikan agar selama proses ini si kecil tak kekurangan gizi.

Kapan anak siap disapih?
Anak siap menerima makanan padat apabila ia sudah tak lagi menjulur-julurkan lidahnya bila disodorkan makanan, kepalanya mulai tegak tanpa topangan, dan mulai tertarik dengan makanan yang dipegang ibu. Sistem pencernaan anak dianggap siap menerima makanan padat pada usia 6 bulan. Begitu pula ginjal yang sudah mampu mengeluarkan protein secara baik.

Bayi perlu diperkenalkan secara bertahap dengan makanan tinggi protein, begitu juga makanan yang berisiko menimbulkan alergi. Anak disapih total sebaiknya ketika ia siap menerima makanan keluarga, yaitu sekitar usia 1 tahun.

Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat
Memulai penyapihan terlalu dini, sebelum 6 bulan, akan menyebabkan anak mudah terkontaminasi kuman, bayi juga menjadi lebih cepat kenyang hingga asupan ASI berkurang. Risiko alergi bertambah karena pengenalan makanan yang terlalu dini dan pencernaan yang belum siap. ASI adalah makanan yang tepat di usia tersebut, sehingga di masa ini tak disarankan penyapihan.

Memulai penyapihan terlalu lambat bisa menyebabkan anak kekurangan gizi dan cenderung lebih sulit menerima makanan baru karena terlambat adaptasi. Dari segi fungsi motorik, anak tak terlatih mengunyah sehingga cenderung mengemut makanan dan sering mengalami malnutrisi serta kelainan gigi geligi.

Tip menyapih si kecil
American Academy of Pediatrics mengatakan, penyapihan total anak dari ASI merupakan keputusan dari sang ibu karena ialah yang paling tahu kapan anak siap. Tak perlu membandingkan dengan ibu-ibu yang lain tentang bagaimana proses menyapih anak karena tiap anak berbeda.

Beberapa kondisi bisa membuat proses penyapihan perlu ditunda, misalnya bila anak memiliki riwayat alergi hingga diperlukan pengenalan makanan yang lebih lambat dibandingkan anak sebayanya. Bila anak sakit atau sedang tumbuh gigi, proses penyapihan ini akan membuat suasana menjadi traumatik baginya (dan juga bagi ibunya).

Tunggulah sampai ia sehat dan ceria sehingga proses menyapih jadi menyenangkan. Begitu juga, bila terdapat perubahan besar di rumah seperti pindah rumah.

Jangan lupakan suplementasi zat besi
Penelitian menunjukkan anak dalam proses penyapihan rentan terhadap kekurangan zat besi. Penelitian oleh Hallberg dkk. ini menunjukkan pentingnya suplementasi besi atau makanan kaya daging (atau sumber zat besi lain) selama proses penyapihan terutama bila anak makin sedikit mendapat ASI.

Dikatakan penambahan 25 gr daring merah pada menu bayi sehari-hari akan meningkatkan absorbs besi sebanyak 50%. Daging merah ini bisa diberikan dalam kombinasi dengan puree kentang, bubur nasi atau dicincang kecil-kecil dalam nasi tim.

Sumber zat besi lain seperti hati sapi atau hati ayam dapat menjadi alternatif. Begitu juga sayur-sayuran hijau yang mengandung banyak zat besi. Untuk menambah absorbsinya, perlu ditambahkan pemberian buah kaya vitamin C seperti jeruk, papaya, stroberi, dan buah berdaging merah atau oranye lainnya.


Artikel ini disadur dari majalah Anakku
“Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter menu Mommychi”